BPSILHK Makassar

Penanaman Nyamplung dengan Aplikasi Beberapa Jenis Kompos

 

Oleh : C. Andriyani Prasetyawati, S.Hut.M.Sc.

KOMPOS

Tanaman akan tumbuh dengan optimal bila tercukupi kebutuhan akan unsur hara dan berada dalam kondisi yang sesuai dengan habitatnya. Salah satu usaha untuk menambah unsur hara dalam tanah adalah dengan pemupukan. Ada 2 macam pupuk yang biasa digunakan, yaitu pupuk kimia dan pupuk organik (kompos). Kompos adalah hasil dekomposisi/penguraian tidak lengkap dari bahan-bahan organik yang dapat dipercepat secara artifisial oleh berbagai macam mikroba dalam kondisi lingkungan yang hangat, lembab, dan aerobik atau anaerobik.

MANFAAT NYAMPLUNG (Calophyllum inophyllum L.)

Tanaman nyamplung (Calophyllum inophyllum L.) termasuk family Clusiaceae sinonim : Guttiferae. Saat ini tanaman nyamplung banyak dibudidayakan karena keunggulan dan manfaat yang dimilikinya. Manfaat dan keunggulan tanaman nyamplung, diantaranya sebagai windbreaker (pemecah angin), dapat berfungsi sebagai pelindung dari abrasi pantai, buahnya bisa dimanfaatkan sebagai biofuel, kayu untuk konstruksi bangunan, pertukangan, furniture, bahan baku pembuat perahu. Nyamplung juga dikenal dengan nama Bintangur atau Dongkalang.

Nyamplung banyak digunakan untuk rehabilitasi pantai karena tanaman ini termasuk tanaman yang memiliki toleransi terhadap salinitas yang tinggi.

 

PROSES PEMBUATAN KOMPOS

Kegiatan pembuatan kompos dimulai dari persiapan bahan baku utama kompos, yaitu kotoran kelelawar, kotoran kambing dan kotoran ayam. Pemilihan bahan baku kompos ini berdasarkan kemudahan dalammendapatkan bahan bakunya. Untuk mempercepat proses dekomposisi digunakan EM4 (Effective Microorganism 4) sebagai aktivator yang didalamnya mengandung bakteri fermentasi dari genus Lactobacillus, Jamur Fermentasi, Actinomycetes Bakteri Fotosintetik, Bakteri Pelarut Fosfat dan Ragi. EM4 sebanyak 300 ml dicampur dengan dengan 250 ml gula pasir dan 20 L air. Gula pasir ini berfungsi sebagai nutrisi bagi dekomposer mikroorganisme. Larutan EM4 dan gula kemudian disiramkan ke kotoran, diaduk sampai kotoran menggumpal bila digenggam.

Kemudian dimasukkan ke dalam bak dan ditutup dengan menggunakan plastik, namun diberi lubang agar oksigen bisa masuk dan mikroorganisme tidak mati.Untuk mengetahui proses dekomposisi telah terjadi, dilakukan pengecekan suhu. Bila suhu telah tinggi, berarti proses dekomposisi telah terjadi, bila suhu masih rendah, perlu dilakukan penyiraman ulang dengan EM4. Selama proses pengomposan dilakukan pembalikkan kompos secara berulang-ulang agar mikroorganisme tidak mati dan proses dekomposisi berjalan dengan baik dan merata. Pada saat pengomposan selalu ditutup dengan plastik. Kompos dapat digunakan bila sudah dalam keadaan kering dan suhu sudah mendekati suhu ruang (tidak panas). Biasanya kompos dapat digunakan setelah 2 – 3 bulan proses pengomposan.

Keuntungan penggunaan kompos pupuk kandang :

– Bahan baku mudah diperoleh dan murah

– Mudah dalam pembuatannya

– Kandungan bahan organik lebih lengkap

– Memperbaiki struktur tanah, sehingga aerasi tanah lebih baik

– Meningkatkan kapasitas tukar kation sehingga hara dalam tanah mudah tersedia bagi tanaman

– Mengurangi sumber polusi, menstabilkan N yang mudah menguap menjadi betuk lain seperti protein

– Dapat tersimpan dalam tanah dengan waktu yang lama

– Dapat menyimpan air, sumber pangan bagi biota tanah.

Kekurangan kompos pupuk kandang :

– Kehilangan NH3 (N)

– Diperlukan waktu dan tenaga

– Memerlukan biaya awal,alat dan pengoperasiannya

– Perlunya lahan pengomposan

 

Tabel. Hasil analisa sampel beberapa jenis kompos.

Berdasarkan hasil analisa/uji mutu dari sampel kompos yang telah dibuat. Masing-masing jenis kompos mempunyai keunggulan tersendiri pada kandungan unsur hara. Kompos kelelawar mempunyai kandungan C Organik dan Phosphat yang tinggi, namun mempunyai pH yang rendah sehingga bersifat asam. Kandungan unsur hara pada kompos ayam relative lebih tinggi bila dibandingkan dengan kompos kambing

APLIKASI KOMPOS PADA TANAMAN NYAMPLUNG

Aplikasi kompos pada tanaman langsung dilakukan pada saat penanaman. Kedalaman lubang tanam yang diterapkan 25 cm dengan luasan permukaan 15 cm x 15 cm. Pada tiap lubang diisi kurang lebih 0,5

kg kompos atau dengan takaran 1 gayung air yang isinya mendekati 0,5 kg kompos. Penggunaan alat takar ini

untuk memudahkan pemberian kompos sesuai dosis pada saat penanaman. Setelah lubang tanam diisi kompos, bibit Nyamplung yang akan ditanam dilepas polibagnya dan diletakkan dengan posisi tegak pada lubang tanam. Lubang tanam ditutup dengan tanah dan dipadatkan perlahan-lahan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top